SMA Negeri 4 Kota Cirebon menggelar Sosialisasi Program Kewirausahaan (PKWU) angkatan ke-2 pada warga sekolah & sekolah imbas, Jumat (10/8/2018). PKWU ini merupakan program unggulan, yang sudah dikenal dan menjadi percontohan bagi sekolah lain di Jawa Barat.
"Alhamdulillah PKWU angkatan pertama sudah sangat baik. Mereka sudah bisa mandiri dan kini saatnya menularkan ke generasi baru kelas 10 agar bisa mengikuti jejak mereka," ungkap Kepala SMA Negeri 4 Kota Cirebon, Dr. H. Suroso, M. Pd, kepada About Cirebon.
Dia mengaku bangga, anak-anaknya kini sudah memiliki kreativitas, inovasi, dan kemampuan entreupreneur yang bagus sehingga bisa menjadi bekalnya kelak saat lulus dari SMA. Mereka sudah terbentuk mindsetnya dan memiliki kemampuan berbisnis di kemudian hari.
"Mereka ini luar biasa, dari modal awal Rp1 juta, bisa mengembangkan sampai 300% atau 3 kali lipat. Omzet nya bisa mencapai Rp3 juta," tegasnya.
Meskipun kedepannya tidak ada lagi kucuran dana dari pemerintah terkait, Suroso ingin tetap melanjutkan program ini dengan dana komite sekolah. Karena banyak hal positif yang bisa dirasakan oleh anak didiknya. Bahkan diakuinya, saat ini SMA Negeri 4 Kota Cirebon menjadi percontohan PKWU di Jawa Barat.
"Saya bisa katakan bahwa SMA 4 ini PKWU paling sukses di Jawa Barat. Karena sistem PKWU kita memang didasari dari awal pembuatan perusahaan, pengajuan dana lewat proposal, sampai ke produksi, pemasaran, dan lainnya dikelola oleh anak-anak, kita hanya memantau dan memberi masukan saja," paparnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kehumasan, Yeni Nuriyani, M. Pd, mengatakan di periode kedua ini dia berharap akan lebih baik dari sebelumnya. Bahkan tahap kedua ini akan dimatangkan secara informasi dan teknologi dengan mendesain logo, membuat undangan, atau hal lainnya.
"Jadi nanti setiap kelompoknya akan dimatangkan secara corel draw, untuk bisa mendesain sendiri logo dan lainnya. Agar ada tim grafis sendiri di tiap perusahaan yang dikelola anak-anak, dan bisa menularkan kepada anggota yang lain," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, PKWU angkatan pertama melakukan presentasi berupa sharing pengalaman kepada siswa baru. Mereka pun menyambut antusias dan berinteraksi langsung dengan mengajukan beberapa pertanyaan.
Pendidikan kewirausahaan sekarang ini diarahkan untuk
menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Karena itu,
diperkenalkannya pendidikan kewirausahaan secara formal di sekolah
merupakan langkah yang baik untuk menyiapkan lahirnya lebih banyak lagi
wirausaha di Indonesia. Pendidikan Prakarya
dan kewirausahaan (PKWU) Kurikulum 2013 yang beredar di kalangan guru,
nampak lebih ditekankan pada prakarya semata. Prakarya yang dipelajari
di jenjang pendidikan menengah meliputi kerajinan, rekayasa, budidaya,
dan pengolahan. Sebagai pendidik yang
diamanati mengampu mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, penulis
mencoba menyelaraskan "prakarya" dan Kewirausahaa dengan tuntutan untuk
menciptakan etrepreneur yang inovatif dan kreatif. Intinya, menjadikan
muatan prakarya sebagai satu tahapan kegiatan kewirausahaan, yakni
tahapan "produksi". Pilihan ini berkonsekuensi bukan upaya "membuat
produk sebanyak banyaknya" namun lebih pada memahami dan mengaplikasi
proses produksi itu sendiri sedalam dalamnya melalui pembelajaran. Ada
enam aspek aspek yang penulis coba kembangkan melalui kontens PKWU K 13
SMA, yakni aspek Karakter Kewirausahaan, Perencanaan Usaha, Produksi
dan pengemasan (Prakarya) , Aspek Pemasaran, Aspek Keuangan (BEP dll)
dan aspek ke enam adalah aspek Analisis dan Evaluasi. Untuk
tujuan tersebut, maka pilihan muatan yang memungkinkan peserta didik
dapat melakukan secara berkesinambungan dengan menerapkan ke enam aspek
tersebut, konten pengolahan, dalam pandangan penulis, adalah konten yang
sangat memungkinkan diterapkannya ke enam aspek kewirausahaan tersebut.
Dari pencarian ide, perencanaan bisnis,produksi, aspek ekonomi,
pemasaran dan evaluasi/analisa dapat dilakukan di kelas. Semua
langkah-langkah, konten dan aspek PKWU yang disajikan memungkinkan
peserta didik melakukan tindakan-tindakan wira usaha yang inovatif dan
kretif dari mulai ide, produksi,pemasaran hingga analisa dan evaluasi,
Di kelas, penulis tegaaskan bahwa kemampuan, kompetensi yang
dikembangkan bukan kemampuan sebagai "tukang" belaka, tetapi kemampuan
sebagai manager/direktur. Hal ini dikarenakan aspek
perencanaan,pelaksanaa dan evaluasi sesungguhnya adalah fungsi
manegement. Contoh konkritnya, misalnya
kita ingin berkarya "pegawetan berbahan nabati" pada pengolahan, maka
diawali dari aspek penggalian ide,perencanaan,produksi melakukan
pengawetan berbahan nabati, perhitungan harga satuan, titi impas target
profit margin, pengemasan dan pemasaran dan evaluasi dilakukan melalui
endekatan lening by doing dengan model "cooperative" learning. Melalui
proses demikian, maka bukan saja peserta didik terampil memproduksi
(image prakarya) tetapi juga dituntut memproduksi olahan pangan yang
berkualitas, dapaat dijual juga menghadapi riil hasil usahanya.
Keuntungan, kerugian, disukai atau tidak disukan oleh "pasar" dapat
dijadikan bahan evaluasi dan analisis seluruh peserta didik.
Program Kewirausahaan (PKWU) SMA Negeri 4 Kota Cirebon mengalami perkembangan positif di luar ekpektasi atau harapan.
Hasil program unggulan yang berupaya menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan siswa kelas X dipamerkan melalui Expo PKWU “Maju Bersama Hebat Semua”, Sabtu (16/12/2017) di lapangan olahraga sekolah setempat.
Produk dari 40 kelompok usaha atau perusahaan yang anggotanya adalah siswa kelas X ini dipamerkan dalam expo bertema “Penguatan Wirausaha Siswa sebagai Penopang Daya Saing Bangsa di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.
Berbagai produk yang diproduksi 40 kelompok usaha dari mulai makangan hingga kerajinan tangan tersebut mendapat sambutan positif dari pengunjung expo. Antara lain perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Balai Pelayanan dan Pengawasan (BP3) Wilayah V Disdik Jabar, komite, orang tua siswa kelas X dan masih banyak lagi.
“Expo ini janji saya kepada para orang tua siswa saat itu. Dimana dari PKWU ini aka nada expo. Di luar ekspektasi, anak yang baru lulus SMP ternyata mampu mengelola perusahaan, dari mulai memproduksi hingga memasarkan. Bahkan, mereka mampu memasarkan via online. Mohon hal ini didukung orang tua agar mereka bisa terus percaya diri,” tutur Kepala SMAN 4 yang juga Penanggung Jawab Kewirausahaan, H Suroso, saat memberikan sambutannya.
Ditambahkan Suroso, dari 40 perusahaan yang dirintis siswa kelas X akan dipilih 10 yang terbaik. Selanjutnya dari 10 perusahaan kembali dipilih untuk mendapatkan 4 perusahaan. “Perusahaan yang terpilih 4 besar akan mendapatkan tambahan bantuan permodalan menjadi Rp 4 juta,” ujarnya.
Menurutnya, melalui PKWU tumbuh peluang-peluang di luar akademik yang dimiliki setiap siswa. Karena itu, PKWU yang didanai dari pemerintah pusat dan sharing komite sekolah akan dilakukan berkesinambungan.
Dalam laporannya, Penanggung Jawab PKWU yang merupakan Wakasek Humas SMAN 4, Yeni Nuriyani mengungkapkan, di samping mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), PKWU berorientasi mengubah cara pandang siswa, utamanya kepada 320 siswa kelas X (peserta program) agar memiliki karakter jujur, kerja keras, berani berinovasi dan kreatif.
“Se-Indonesia ada 204 sekolah yang mendapat bantuan PKWU, salah satunya di Jawa Barat dan khususnya Kota Cirebon adalah SMAN 4. Dan, Expo PKWU ini menjadi bukti siswa kelas X SMAN 4 mampu berwirausaha dan menjadi pengusaha,” tuturnya.
Namun demikian, diakuinya, dalam perkembangan PKWU ini menghadapi sejumlah kendala yaitu terbatasnya waktu mengembangkan usaha karena siswa mengutamakan belajar; masih rendahnya pemahaman siswa terhadap dunia usaha; kemampuan pendampingan yang masih harus ditingkatkan.
“Dari sejumlah kendala itu, kami mengusulkan beberapa hal yaitu agar penunjukkan sekolah kewirausahaan berkesinambungan, mengusulkan adanya event bersama untuk sharing wawasan dan membangun link. Selain itu mengusulkan adanya pelatihan di provinsi,” ungkapnya.
Kepala Seksi Kesiswaan, Bidang Pendidikan Menengah Umum, Disdik Jabar, Wiwin mengapresiasi PKWU yang dilaksanakan SMAN 4 Cirebon. “Ini sebagaimana program pemerintah menyiapkan pengusaha-pengusaha sejak di bangku sekolah. Apa yang dilakukan SMAN 4 Cirebon perlu dipertahankan dan dikembangkan, termasuk di sekolah lain,” katanya dalam sambutan mewakili kepala Disdik Jabar.
Bagi kalian siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool yang ingin melihat contoh karya tulis silakan menuju https://drive.google.com/open?id=0B2lUWaSbggHvWlRBYVRKcGg1OHc
Liburan kali ini lamanya 3
minggu. Liburannya juga kebanyakan nge gabut. Minggu pertama itu nggak ada
rencana buat jalan-jalan ke luar sama sekali. Soalnya mcaet. Jadi cuma bengong
di rumah. Di rumah pun juga panas. Matahari nya terik nggak hujan sama sekali. Kegiatannya
cuma bangun tidur, sarapan, mandi, nonton tv, terus balik ke kamar karena gerah
sampe tidur. Sarapannya pun kelewat pagi soalnya belum selera makan. Terus makan
siang di waktu abis ashar baru laper lagi dari sarapan. Makan malem bisa jam 8 malem
ato gak jam 9 malem. Abis itu tidur jam 11 malem. Terus bikin binder pake
karton sereal biar ga gabut. Akhirnya binder jadi dengan cover warna item. Awalnya
ga punya kertas karton item buat ditempel jadi cover, akhirnya cat akrilik di
pake juga buat ngewarnain karton cokelat jadi item. Niat? Niat. Abis itu nge
jahit kertas-kertas hvs yang udah di potong pake cutter tumpul ke karton
serealnya. Susah? Susah. Kertasnya tebel. Tapi akhirnya selesai juga walaupun
berantakan.
Minggu kedua akhirnya keluar
rumah ikut family gathering sama keluarga ayah. Jalan-jalan ke Jogja terus sambil
main macem-macem sama ketemu keluarga Jogja. Capek juga sih. Abis itu,
jalan-jalan ke Semarang. Terus pulang nggak melanjutkan jalan-jalan di Semarang
karena kebetulan ibu si penulis lagi kurang sehat dan udah capek abis
jalan-jalan. Akhirnya penulis dan ibunya pulang ke Jakarta naik pesawat dan
sampai di Bandara Halim dengan selamat. Pas udah sampe rumah, rasanya lega
banget dan langsung tidur-tiduran di kamar. Ayah sama kakak penulis pulang hari
Selasa subuh naik bis perjalanan dari Semarang. Kebayang sih gabutnya di bis
dari perjalanan hari senin siang.
Minggu ketiga kegabutan kembali
lagi. Rutinitas nya sama kayak minggu pertama jadi gak perlu disebutin lagi. Bangunnya
juga jadi rada siang dan langsung ke ruang tv buat nonton kartun hehe. Abis itu,
enggak terasa bentar lagi udah mulai semester 2. Artinya harus makin giat
belajar.
Sabtu, 19 November 2016 Angkatan
24 menggelar pentas seni yang bertemakan Broadway. Saat ini pula, Vetricia
dipampang di depan sekolah. Banyak poster-poster yang ditempel, dan banyak hiasan
lainnya yang menjadikan suasana berasa di broadway. Pentas seni ini asik banget
soalnya banyak penampilan yang seru-seru. Panggungnya pun keren dan suasananya
kek malam di New York. Kaos pensi juga dikasih untuk setiap orang dan itu bagus
kaosnya.
Pentas seni dimulai dari pagi dan
ada pemberitahuan lebih dulu dari panitia pensi. Pensi pun berjalan lancar dengan
penampilan dari Angkatan 23, Angkatan 24, dan Angkatan 25. Banyak penampilan
yang nyanyi-nyanyi, nge-dance, gombal dan lainnya lagi. Berbagai ekstrakurikuler
juga ikut berpartisipasi dalam pensi. Ada Zelofus dengan dance nya yang keren. Dari
3 angkatan, mereka punya tema masing-masing untuk tarian mereka. Ekskul teater
dari Angkatan 25 juga bagus. Mereka tampil sambil baca puisi tentang negeri
kita. Ekskul Bahasa Jepang juga
berpartisipasi dalam acara ini. Mereka juga nari pake lagu yang berbahasa
Jepang dan pake baju khas Jepang. Pokoknya keren-keren!
Angkatan 25 juga banyak
menampilkan penampilan yang unik-unik. Ada yang main yo-yo, main trik sulap,
ada yang nge dance, ada yang nge DJ,dan masih banyak lagi. Mereka berani tampil
dan ternyata penampilan mereka juga keren. Dari pagi sampai sore, pentas seni
berjalan dengan lancar dan menampilkan banyak performance keren.
Semangat Angkatan 24 juga enggak
padam kok selama pensi berlangsung. Paling bubarnya pas jam istirahat Shalat
Dzuhur. Setelah itu, mereka balik lagi buat nonton Zelofus sampai bergerombol. Perjuangan
sih, buat dapet view yang bagus. Terus, saman. Yang tampil banyak berderet. Warna
kostumnya nge jreng. Makin silau kena terik matahari. Ibu-ibu orang tua murid gantian
bergerombol nonton anak kesayangannya tampil. Penampilan mereka semangat
banget. Walaupun instrumennya cuma kek semacam gendang, tapi rasanya rame
banget dengerinnya. Gerakannya juga gesit dan cepat. Yang nonton bingung mau fokus
kemana. Yang tampil nyanyi-nyanyi juga enak di dengerinnya kok. Lagunya yang
dipilih kalem-kalem.
Nggak rugi kok dateng ke pentas
seni angkatan 24. Jajanannya enak-enak, kebersihannya juga cukup terjaga karena
angkatan 25 bantu mengumpulkan sampah dan dapat poin labs care. Angkatan 23
juga bisa nonton penampilan yang keren-keren abis pendalaman materi. Pendinginan
dulu, kan abis mikir-mikir yang susah. Jadi, untung di semua pihak, kan.
Sebelum pensi Angkatan 24 yang
bertemakan Broadway siap ditunjukkan pada hari H, ternyata banyak perjuangan
yang telah dilewati. Dari OSIS yang kesana kemari ngelakuin tugas mereka,
timses yang bolos pelajaran buat mempersiapkan pensi, guru-guru yang udah nge
support Angkatan 24 untuk membuat pensi terbaik, banyak juga yang ingin
menyumbang untuk pentas seni angkatan 24, dan para penampil yang rajin latihan
supaya dapat menampilkan yang terbaik, pokoknya banyak yang perlu dipersiapkan
untuk menjalankan pensi ini. Tapi semua jerih payah itu terbayar kok sama
penampilan pensi yang bagus, dan penonton yang semangat menonton penampilan
itu. Pokoknya makasih banyak yang udah berpartisipasi dan menyiapkan pentas
seni dengan susah payah. Pokoknya pentas seni Vetricia keren banget dan semoga
makin semangat bikin acara-acara lainnya juga kedepannya